Peralatan Duplikasi Dokumen Kantor
Disusun
oleh:
Rizkita
Cahya Henviana
135254029
D4
Administrasi Bisnis
Absctract
Along with the times are getting
faster, requires almost all
office work using digital technology to
support the activities of a company.
Most jobs require a quick processing to
support the efficiency and
effectiveness of a company. The rise of digital technology
gives a major influence on the speed of work for
these companies. Any company of its form, whether it
large or small companies,
whether it public and private institutions, can not be separated from an activity called
multiplication activities. Activity multiplication or duplication of
documents, able to facilitate the
activities of an office, as well as facilitate the delivery of information. Duplication of documents is an attempt to reproduce a document by
making a copy taken from the
original document so that the status
of its use becomes
different from the original document
but it contains exactly
the same content as the original
document. To find out more
about duplicating machines we
must first understand the function of doubling the document
to be used as appropriate. This journal discusses duplication
equipment in the office, following a variety of duplication
tools, namely: Photocopy,
Stencil Machine, Risograph,
Offset, typeset Duplicators,
Printer, Scanner, Thermocopier, and Facsimile.
To be able to determine
where the duplicate machine suitable for use in the office then we
must first consider the specifications of the duplicate machine
and adapted to the
needs of the office.
Keyword : duplication, multiplication, machine
PENDAHULUAN
Seiring
perkembangan zaman yang semakin cepat, mengharuskan hampir seluruh pekerjaan
kantor menggunakan teknologi digital untuk menunjang kegiatan suatu perusahaan.
Kebanyakan pekerjaan membutuhkan pengerjaan yang cepat untuk mendukung
efisiensi dan efektifitas suatu perusahaan. Maraknya teknologi digital memberi
pengaruh besar terhadap kecepatan pekerjaan bagi perusahaan tersebut. Perusahaan
apapun bentuknya, baik itu perusahaan besar atau kecil, baik itu lembaga
pemerintah maupun swasta, tidak lepas dari suatu kegiatan yang disebut dengan
kegiatan penggandaan. Kegiatan penggandaan dokumen, mampu memperlancar kegiatan
suatu kantor, serta mempermudah penyampaian informasi.
Kegiatan
penggandaan dokumen sudah tidak asing lagi saat ini. Fungsi nya pun sudah
menjadi hal yang sangat dibutuhkan untuk berbagai hal, khususnya pekerjaan
kantor. Sejak adanya mesin pengganda, kebutuhan kantor menjadi tersedia dengan
semakin mudah dan cepat, misalnya; materi rapat dapat dicetak sebanyak peserta
rapat. Proses penggandaan yang praktis pun semakin membuat mesin pengganda
sangat dibutuhkan oleh berbagai jenis organisisasi. Selain keuntungan nya
sebagai alat pembantu pekerjaan kantor menjadi lebih cepat dan mudah, mesin ini
pun dilihat lebih hemat dalam segi biaya bila digunakan dengan efektif dan
efisien. Walaupun tak dapat disangkal, mesin pengganda merupakan peratalan yang
mengalami penyusutan, maka dari itu pemeliharaan mesin pengganda sangat
dibutukan untuk menjaga ketahanan dan produktifitasnya.
Dokumen
Dalam
kehidupan sehari-hari banyak sekali kegiatan yang merupakan kegiatan
penggandaan, baik itu penggandaan dokumen tertulis maupun penggandaan dokumen
tidak tertulis. Dengan adanya mesin pengganda ini diharapkan pekerjaan dapat
diselesaikan dengan cara yang lebih efektif dan efisien.
Agar
kita dapat mengetahui berbagai cara yang dapat digunakan untuk menggandakan
dokumen dan berbagai alat untuk menggandakan dokumen sesuai dengan jenis
dokumennya, maka kita perlu mengetahui berbagai jenis dokumen.
Berikut ini beberapa jenis dokumen :
a.
Dilihat dari segi pemakainya :
·
Dokumen pribadi
·
Dokumen niaga
·
Dokumen sejarah
·
Dokumen pemerintah
b.
Dilihat dari segi kegunaannya :
·
Nilai penerangannya
·
Nilai yuridis
·
Nilai perdagangan
·
Nilai historis
c.
Dilihat dari sumbernya :
·
Dokumen yang bersumber dari segi
pemerintah
·
Dokumen yang bersumber dari swasta
·
Dokumen yang bersumber dari kontrak
dagang
·
Dokumen yang bersumber dari
aktivitas lembaga persurat kabaran
·
Dokumen yang bersumber dari
perseorangan.
d.
Dilihat dari segi fungsinya :
·
Dokumen dinamis
·
Dokumen aktif
·
Dokumen semi aktif
·
Dokumen inaktif
·
Dokumen statis
e.
Dilihat dari segi penelitian :
·
Dokumen primer
·
Dokumen sekunder
·
Dokumen tertier
f.
Ditinjau dari ruang lingkup atau
bentuk :
·
Dokumen literal
·
Dokumen korporal
·
Dokumen privat
Dengan mengetahui jenis-jenis
dokumen tersebut maka diharapkan kita dapat menentukan dengan tepat cara dan
mesin penggandaan yang akan digunakan.
Pengertian Duplikasi
Menurut Kamus
Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata duplikasi /dup·li·ka·si/n berarti
perangkapan; perulangan; keadaan rangkap. Sedangkan menurut Harmon Chaniago, “Duplikasi
adalah pembuatan salinan diambil langsung dari sumber yang sama dengan master
(sama2 orijinal, hanya statusnya penggunaan yang berbeda)”. Kata duplikasi
memiliki arti yang sama dengan penggandaan. Menurut Zain (2012) “Mesin
pengganda dokumen merupakan mesin yang di gunakan untuk membuat, memperbanyak
atau menggandakan suatu dokumen sesuai dengan jumlah kebutuhan.”
Berdasarkan uraian
dari sumber-sumber tersebut, penulis menyimpulkan bahwa duplikasi dokumen dapat
diartikan menjadi usaha memperbanyak suatu dokumen dengan membuat salinan yang
diambil dari dokumen asli sehingga status penggunaan nya menjadi berbeda dengan
dokumen asli namun memuat isi yang sama persis dengan dokumen aslinya.
Fungsi Duplikasi
Suatu organisasi
yang besar ataupun kecil pasti memiliki dokumen yang dihasilkan oleh organisasi
sendiri maupun yang didapat dari pihak luar organisasi. Dokumen-dokumen
tersebut sangat menunjang kegiatan suatu perkantoran dan selalu memiliki
beberapa salinan yang dipergunakan sebagai arsip organisasi. Adapun fungsi dari
duplikasi dokumen bagi suatu kantor, antara lain :
1.
Pekerjaan
administrasi kantor menjadi efektif dan efisien dalam segi waktu dan tenaga.
2.
Memudahkan
pertukaran informasi antar divisi dalam kantor.
3.
Menjaga
keamanan dokumen asli dari resiko hilang ataupun rusak.
Pertimbangan Pemilihan Peralatan Duplikasi
Agar kegiatan perkantoran
dapat lebih optimal, diperlukan adanya mesin duplikasi. Dengan adanya mesin
duplikasi, kegiatan perkantoran bagian administrasi dan kesekretariatan akan
menjadi efektif dan efisien. Mesin duplikasi memiliki berbagai jenis dengan
fungsi yang berbeda-beda. Oleh karena
itu dalam memilih peralatan duplikasi terdapat beberapa pertimbangan yang
disimpulkan dari Chaniago (dalam Manajemen Kantor), yaitu :
1.
Jumlah
salinan yang diperlukan suatu kantor.
2.
Biaya
pembelian, operasional, dan pemeliharaan mesin duplikasi.
3.
Kemudahan
mengoperasikan mesin duplikasi.
4.
Ketersediaan
suku cadang ataupun jasa layanan service terhadap mesin duplikasi
5.
Kualitas
hasil salinan.
6.
Kecepatan
pengerjaan penyalinan.
Mesin – Mesin Duplikasi
Mesin-mesin duplikasi terlah
marak digunakan seiring berkembangnya kebutuhan kantor yang semakin serba
cepat. Dibawah ini merupakan macam-macam mesin duplikasi:
a)
Photocopy
b)
Stencil Machine
c)
Risograph
d)
Offset
e)
Duplikator Typeset
f)
Printer
g)
Scanner
h)
Thermocopier
i)
Faximile
a)
Photocopy

Photocopy
merupakan mesin pengganda yang paling banyak digunakan saat ini. Menurut Putro
W (1999) “Mesin foto copy adalah suatu
alat untuk menyalin kembali dokumen atau ilustrasi dengan menggunakan cahaya,
panas, bahan kimia, atau muatan listrik statis”. Mesin ini berfungsi untuk menyalin
kembali suatu dokumen asli yang akan diperbanyak dengan bantuan cahaya, panas,
bahan kimia berupa tinta, dan muatan listrik statis yang menghasilkan salinan
baru.
Pada tahun 1939 seorang ahli
fisika Amerika Serikat bernama Chester F. Carison menemukan proses duplikasi
naskah dengan menggunakan energi listrik statis yang diberi nama xerography yang berarti tulisan kering
dari bahasa yunani, lalu mesin ini diberi nama Xerox. Pada tahun 1951, mesin photocopy ini diproduksi secara
besar-besaran oleh Haloid Corporation yang mengubah nama mesin fotokopi pertama
ini menjadi Xerography. Nama xerography menjadi komersial setelah
diadopsi oleh Xerox Corporation.
Seiring dengan perkembangan
teknologi, mesin photocopy terys
disempurnakan sehingga pada akhirnya bias menggandakan dokumen tidak saja
menjadi salinan hitam putih tetapi bias pula digandakan berwarna sesuai dengan
asli nya. Kecepatan dalam menggandakan dokumen pun semakin bertambah.
Fitur Istimewa dari Mesin Photocopy
Menurut Fruehling (1987) “Coppiers differ markedly in the kinds of
special features and capabilities they can offer to save money and produce
copies suited to the needs of most business offices”. Berikut ini adalah
beberapa fitur istimewa dari mesin photocopy,
yaitu:
·
Reduction and Enlargment
Mesin photocopy
saat ini sudah dapat menyalin gambar ataupun dokumen untuk di perbesar maupun
diperkecil dari ukuran aslinya. Di perkantoran, fitur ini dapat digunakan untuk
menjadikan dokumen atau gambar menjadi lebih menarik dan mudah untuk dibaca
ataupun dilihat dari jarak jauh (misalnya saat rapat). Disisi lain, dengan
memperkecil dokumen atau gambar dari kertas berukuran besar menjadi kertas
berukuran standar akan memudahkan penyimpanan dokumen tersebut.
·
Color
Dengan fitur ini, warna pada hasil penyalinan
mesin photocopy tidak lagi hanya
hitam putih, melainkan dapat menghasilkan salinan dari dokumen berwarna. Selain
itu, kualitas warnanya pun dapat menjadi high-quality color copies dari gambar
foto.
·
Automatic Document Feed
Kemampuan untuk mengisi kertas secara otomatis
dari setumpuk dokumen asli dan ditempatkan dalam baki pemasok
·
Collating
Kemampunan menyusun dokumen salinan sehingga
berurutan secara otomatis dengan menumpuk set halaman ke dalam pemasok yang
terpisah
·
Stapling
Merapikan suatu set dokumen secara otomatis
·
Duplex Copying
Beberapa mesin fotokopi mampu menyalin duplex, atau
menyalin pada kedua sisi lembaran kertas secara otomatis. Ini menghemat uang
untuk pengusaha dengan mengurangi pada penggunaan kertas, biaya, dan tempat
penyimpanan.
Jenis – jenis mesin photocopy
secara
umum berdasarkan ukurannya, mesin photocopy
bisa dibedakan menjadi tiga, yaitu:
·
Mesin photocopy kecil (Portable), ciri –
cirinya yaitu mudah dijinjing, kecepatan menyalin 5 – 10 lembar per menit,
dengan ukuran kertas A4.
·
Mesin photocopy sedang (Standar), berat mesin
kurang lebih 70 kg kecepatan menyalin 5 – 10 lembar per menit, dengan ukuran
kertas A3 dan B4.
·
Mesin photocopy sedang, berat mesin di atas 70
kg kecepatan menyalin minimal 3 lembar per menit, dapat memperbesar dan
memperkecil, menggandakan pada kertas berwarna, serta dilengkapi dengan alat
sortir papan dokumen otomatis.
b) Mesin Stensil
Mesin
stensil tidak lain adalah mesin penghasil dokumen terbentuk lembaran dalam
jumlah banyak dengan menggunakan pembantu “kertas master” yang disebut dengan
stensil sheet atau sit stensil. Bila dua warna atau lebih diperlukan pada
salinan akhir, stensil yang terpisah harus dibuat dan penduplikasian yang
terpisah harus dijalankan untuk setiap warna.
Duplikator
stensil mampu menghasilkan salinan hingga 4000 lembar. Stensil dapat disimpan
dan digunakan kembali bila ditangani dengan baik. Duplikator stensil kerap
dibatasi untuk memproduksi salinan pada kertas isap yang agak tebal. Model
kertas ini cocok untuk jenis laporan, spesifikasi, daftar harga, tetapi krang
cocok untuk catalog dan formulir.
Terdapat
2 macam mesin stensil, yaitu mesin stensil manual dan mesi stensil listrik.
Terdapat pula model dengan bantalan datar, yang merupakan jenis duplikator
stensil termurah dan memadai bila volume kerja yang harus dilakukan sedikit.
a)
Mesin stensil manual

Mesin stensil manual dapat digunakan untuk menggandakan
warkat/surat dengan jenis kertas seperti HVS, duplicator, roneo dan sebagainya.
Ciri-ciri mesin stensil manual:
Ciri-ciri mesin stensil manual:
1.
Tenaga pengerakknya menggunakan
tenaga manusia
2.
Komponen dan cara kerja mesin
bersifat mekanis
3.
Tinta yang digunakan adalah tinta
stensil warna hitam
4.
sheet yang digunakan bisa sheet
stensil, sheet scanner, atau stensil cutter sebagai sheet master
5.
ukuran kertas maksimum adalah kertas
folio (8,5 x 13 inci atau 21,5 x 33 cm)
Komponen mesin stensil manual :
1. Silinder tinta (ink cylinder)
1. Silinder tinta (ink cylinder)
·
Penjepit sheet stensil (stencil fitting bar)
·
Kain penyaring tinta (ink screen)
·
Plat baja (steel band)
2. Kerangka mesin
·
Pintu tinta (inker door)
·
Pompa tinta (ink pump)
·
Alat penghitung (counter)
·
Pengatur tinta (ink control)
·
Engkol (handle)
·
Pengatur posisi cetakan (copy positioning)
·
Pengungkit pencetak (print lever)
·
Pengatur pemasukan kertas (feed contril)
3. Penutup mesin
·
papan kertas (feed bord)
·
penahan kertas (back guide)
·
papan penerima (receiving board)
·
penuntun kertas (paper guide)
b) Mesin stensil listrik

Berfungsi sama seperti mesin stensil manual,
yaitu untuk menggandakan warkat dengan sheet stensil. Penggunaan mesin stensil
listrik memiliki beberapa keuntungan (dibandingkan mesin tik manual) antara
lain:
·
Hasil
penggandaan tampak lebih bagus
·
Pengoperasian
mesin lebih mudah
·
Tinta
yang digunakan lebih irit
·
Tenaga
yang diperlukan lebih ringan.
·
Mesin
Spirit Duplicator (mesin Stensil
Spritus)
c) Scanner

Scanner
adalah suatu alat elektronik yang fungsinya mirip dengan mesin fotokopi. Mesin
fotocopy hasilnya dapat langsung dilihat pada kertas sedangkan scanner hasilnya
ditampilkan pada layar monitor komputer dahulu kemudian baru dapat dirubah dan
dimodifikasi sehingga tampilan dan hasilnya menjadi bagus yang kemudian dapat
disimpan sebagai file text, dokumen dan gambar.
Bentuk dan ukuran scanner
bermacam-macam, ada yang besarnya seukuran dengan kertas folio ada juga yang
seukuran postcard, bahkan yang terbaru, berbentuk pena yang baru diluncurkan
oleh perusahaan WizCom Technologies Inc. Scanner berukuran pena tersebut bisa
menyimpan hingga 1.000 halaman teks cetak dan kemudian mentransfernya ke sebuah
komputer pribadi (PC). Scanner berukuran pena tersebut dinamakan Quicklink.
Pada saat ini banyak sekali
scanner yang beredar di dunia dengan berbagai merk pula, Di antaranya scanner
keluaran dari Canon, Hewlett Packard ( HP ), EPSON, UMAX dan masih banyak lagi.
Perbedaan tiap scanner dari
berbagai merk terletak pada pemakaian teknologi dan resolusinya. Pemakaian
teknologi misalnya penggunaan tombol-tombol digital dan teknik pencahayaan.
Cara
kerja Scanner :
Ketika menekan tombol mouse untuk
memulai Scanning, yang terjadi adalah :
·
Penekanan
tombol mouse dari komputer menggerakkan pengendali kecepatan pada mesin
scanner. Mesin yang terletak dalam scanner tersebut mengendalikan proses
pengiriman ke unit scanning.
·
Kemudian
unit scanning menempatkan proses pengiiman ke tempat atau jalur yang sesuai
untuk langsung memulai scanning.
·
Nyala
lampu yang terlihat pada Scanner menandakan bahwa kegiatan scanning sudah mulai
dilakukan.
·
Setelah
nyala lampu sudah tidak ada, berarti proses scan sudah selesai dan hasilnya
dapat dilihat pada layar monitor.
·
Apabila
hasil atau tampilan teks / gambar ingin dirubah, kita dapat merubahnya dengan
menggunakan software-software aplikasi yang ada. Misalnya dengan photoshop,
Adobe dan lain- lain. pot scanned.
d) Risograph

Risograph adalah sistem
cetak digital dengan kecepatan tinggi yang diproduksi oleh Kagaku Riso
Corporation dan dirancang terutama untuk pencetakan volume tinggi dan fotokopi.
Mesin Risograph sering disebut dengan RISO Printer-Peniru, karena penggunaan
umum mereka sebagai jaringan printer serta berdiri sendiri duplikator.
Mesin risograph berfungsi
untuk membuat copy untuk jumlah yang besar dengan menggunakan master copy,
dapat memperbesar dan memperkecil, serta dapat merubah warna sesuai keinginan.
Keunggulan
dari mesin ini yaitu :
·
Berkemampuan
sampai 120 lembar per menit
·
Dapat
mengkopi dengan menggunakn kertas tipis
·
Dapat
memperbesar atau memperkecil, menggabung dua original dan tintanya dapat diganti
warna
·
Efisien
untuk menggandakan dan tanaga listrik yang diperlukan kurang dari 500 watt.
e) Thermocopier
Mesin
Thermocopier disebut juga thermofax atau transparancy maker.Master spirit
duplikator yang dibuat dengan thermocopier ada dua macam, yaitu sebagai
berikut:
1.
Thermo master unit, terdiri atas master dan karbon
yang dapat dilumerkan bentuknya hampir menyerupai stensil sheet.
2.
Super thermo master unit, teridir atas karbon yang
dapat dilumerkan dan master yang terbuat dari acetat tembus pandang. Master ini
selain digunakan sebagai master spirit duplikator, juga dapat digunakan sebagai
transparasi OHP.
Ciri-ciri thermocopier yaitu :
·
Digerakkan dengan
tenaga listrik
·
Bekerja dengan sistem penyinaran suhu tinggi
·
Menggunakan master
thermal khusus
·
Mengkopi ukuran A4 (210 x 297 mm)
f) Offset
Offset berasal dari
kata set-off (beralih), dimana lapisan tinta yang ada di pelat
cetak tidak langsung dialihkan ke permukaan bahan cetak tetapi diberikan dulu
kepada sebuah blanket sebagai perantaranya. Offset adalah mesin cetak yang
menggunakan master yang disebut plate dengan proses pemindahan huruf ke
blanket. Karena proses peralihan tadi, maka dalam mesin cetak offset setidaknya
terdapat tiga buah silinder utama, yaitu silinder pelat, silinder blanket, dan
silinder impresion.
Macam –
macam mesin offset :
Dilihat dari bentuk dan kemampuannya, mesin offset dibedakan menjadi
tiga macam,
yaitu:
a.
Offset kecil

Mesin ini bentuknya kecil, dengan
kemampuan mencetak maksimal pada kertas ukuran A3 (297 x 420 mm). Karena
bentuknya kecil, sedikit lebih besar dari mesin stensil, sering disebut mini
offset atau dekstop mini offset.
b.
Offset sedang

Mesin ini bentuknya lebih besar dan
mampu menceak kertas ukuran double folio. Karena bentuknya agak besar, mesin
ini diletakkan di lantai dan diberi alas meja (dekstop) seperti mini offset.
c.
Offset besar

Mesin ini bentuknya besar dan mampu
mencetak pada kertas ukuran A1 (841 x 594 mm) dan A0 (1189 x 841 mm). Mesin ini
umumnya terdapat di perusahaan percetakan yang cukup besar atau pada percetakan
surat kabar.
Kelebihan
Mesin Cetak Offset
antara lain adalah:
·
Untuk
hasil cetak pada jauh lebih tahan lama dan tidak cepat pudar warnanya daripada
menggunakan mesin digital printing.
·
Dengan
menggunakan mesin ini kita dapat mencetak di kertas yang tipis seperti Buku
Nota, HVS dan lainnya.
·
Untuk
Harga cetak dalam jumlah yang banyak akan jauh lebih murah dibandingkan
menggunakan mesin digital printing.
·
Kita
juga dapat menggunakan tinta berwarna Emas dan Silver serta apabila kita
mencetak dengan warna gradiasi Abu-abu maka hasilnya akan lebih akurat daripada
menggunakan mesin digital printing.
g) Duplikator Typeset

Duplikator typeset adalah
mesin cetak kecil yang menggunakan jenis letterpress. Proses pengetikan setting
berjalan lambatlukan ketarmpilan tertentu, tetapi menghasilkan cetakan
berkualitas tinggi.
Typesetting
memberikan hasil yang berkualitas tinggi dan memiliki berbagai macam pilihan
huruf. Peralatan ini semakin menjadi bagian dari kantor yang terpadu.
Kita bisa membedakan
4 jenis typesetter, yaitu:
·
Photo-mechanical
photo typesetter
·
Digital
photo typesetter
·
Laser
digital photo typesetter
·
Laser
digital typesetter
h) Faximille

Menurut Chaniago (2013), Faximile adalah alat mengiriman
surat atau dokumen secara langsung melalui saluran telepon, dan penerimaan dari
pengiriman itu dapat diterima langsung oleh penerima dengan mendapatkan cetakan
yang mirip dengan aslinya pada mesin fax yang digunakan.
Jenis-jenis Fax
·
Telephone Fax
Untuk
mentrasfer data, pengirim harus menghubungi penerima terlebih dahulu untuk
mengaktifkan alat fax sehingga alat dapat tersambung. Jika jalur tidak
digunakan, tombol fax/telepon sangat berguna. Tombol ini dapat menentukan suatu
panggilan fax atau telepon. Jika fax yang diterima tombol akan mengaktifkan
alat fax untuk menerima dokumen. Jika panggilan suara maka telepon akan
berbunyi secara normal.
·
Internet Fax
Menggunakan
internet untuk mengirim data dari satu lokasi ke lokasi lain. Biaya yang harus
di bayar hanya pada penggunaan internet nya saja. Untuk menggunakan internet
fax harus terdapat pc dan printer. Data dapat diterima melalui e-mail dan
penerima dapat mencetak data yang diterima dengan printer.
·
Broadcast Fax
Penggunaan
broadcast fax diperlukan saat suatu dokumen harus dikirim ke beberapa penerima
sekaligus, hal ini dapat dilakukan pada telephone fax maupun internet fax.
i)
Printer

Printer merupakan mesin pencetak
yang paling praktis dan sering digunakan. Alat ini dapat beroperasi apabila
dihubungkan dengan komputer. Alat pencetak (printer) menghasilkan cetakan yang
lebih berkualitas dan terang sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan.
Ada beberapa jenis
printer, antara lain:
a. Matriks
Pencetak
ini menubrukkan sekelompok titik kecil
ke atas kertas sehingga bergabung membentuk karakter. Kualitasnya umumnya tidak terlalu baik, tetapi
lazim digunakan. Pencetak matriks dengan kepadatan ganda (double density)
menggunakan struktur bintik yang lebih halus sehingga menghasilkan karakter
dengan kualitas yang lebih baik.
b. Pancaran tinta dan laser
Keduanya
adalah sistem yang mencetakkan tinta pada halaman tanpa mambentur kertas.
c. LCD/citra elektronis
Alat
ini pada dasarnya merupakan mesin fotokopi yang “menyalin” secara elektronis
informasi yang tersimpan dan sering disebut “mesin fotokopi inteligen”. Mesin
ini menggunakan sinar laser yang dikendalikan oleh pengolah data, dengan menempatkan
citra karakter pada drum penyalin. Mesin ini baru, tetapi memiliki potensi
besar karena mampu menghasilkan kualitas yang baik dengan kecepatan tinggi dan
juga dapat mengopi bahan-bahan yang biasa.
d. Pengumpan pencetak
Pengumpan
tunggal, gravitasi atau geser baik untuk aplikasi pengolah kata untuk surat
tunggal, tetapi agak lambat untuk penggunaan dalam jumlah besar. Untuk
pengumpan lebar-ganda diperlukan:
a) Pengumpan
traktor
Pengumpan
traktor memiliki kertas yang terlipat seperti kipas dengan lubang pada kedua
sisinya yang menyangkut pada mekanisme gigi roda untuk memegang kertas
sementara kertas itu bergerak melewati pencetak. Lembaran tersebut dapat
dirobek pada garis lipatannya setelah pencetakan. Ini pada dasarnya lebih murah
dan dapat diandalkan, tetapi memerlukan kertas khusus.
b) Pengumpan
lembaran
Pengumpan
lembaran adalah wadah bertutup yang menyimpan ratusan atau lebih lembaran
kertas atau amplop dan mengumpan lembaran tersebut satu demi satu ke dalam
pencetak. Alat ini lebih mahal, tetapi lebih tidak merepotkan dibandingkan
pengumpan traktor.
KESIMPULAN
Untuk menunjang pekerjaan
kantor yang sekarang ini harus serba efektif dan efisien dibutuhkan adanya mesin
duplikasi. Mesin duplikasi berperan
penting dalam kegiatan kantor pada umumnya dan kegiatan administrasi pada
khususnya. Setiap individu di kantor harus memahami mampu mengoperasikan mesin
duplikat ini. Kemampuan dalam mengoperasikan mesin duplikasi saat ini sudah
lebih praktis dan canggih sehingga mudah untuk dimengerti dan dipahami cara
kerja nya. Dengan kemampuan ini diharapkan seluruh aspek dalam kantor dapat
mengerjakan penduplikasian dokumen sehingga dapat memudahkan kesinambungan
pekerjaan kantor. Selain itu, kemampuan ini pun dapat meminimalisir kerusakan
suatu mesin duplikasi karena dengan kemampuan ini seseorang dapat memelihara kondisi
mesin duplikasi dan mengerti cara menanggulangi kerusakan-kerusakan kecil yang
biasa terjadi
Daftar Pustaka
Chaniago, H. (2013). Manajemen Kantor
Kontemporer. Bandung: CV Akbar Limas Perkasa.
Chaniago, H. (n.d.). Peralatan Duplikasi. In Manajemen
Perkantoran.
Farida, V. H. (2005). Menggunakan Peralatan
Kantor. Bandung: Armico.
Fruehling, R. (1987). Electronic Office
Procedures. USA: McGraw-Hill,Inc.
Jasmandi. (2007). Tuntunan Praktis Mengirim dan
Menerima Fax Menggunakan Komputer. Yogyakarta: ANDI OFFSET.
Putro, W. (1999). Pengetahuan Mesin-Mesin Kantor.
Yogyakarta: Adicita Karya Nusa.
Suparmin, P. H. (2008). Modul Administrasi
Perkantoran 2. Surakarta: Mediatama.
Zain, N. (2012, November 2). Mesin Pengganda.
Retrieved Juni 20, 2015, from Edukasi.net:
http://idkf.bogor.net/yuesbi/e-DU.KU/edukasi.net/SMK/Sekretaris/Mesin.Pengganda/tim.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar